Resume Ppkmb "One Day one Artikel"
Materi I: Yudi Latif, MA., Ph.D
"Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri
Bangsa, dan PembinaanKesadaran Bela Negara"
Bapak Yudi Latif, MA., Ph.D mengatakan mahasiswa sebagai kelompok privillage karena tidak banyak orang dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Beliau juga menyampaikan bahwa kemerdekaan Yudi Latif menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia menginspirasi banyak negara melalui Konferensi Asia Afrika. la juga menyoroti posisi Indonesia yang kini dinilai tertinggal dibanding negara-negara lain. Bangsa yang besar ditentukan oleh kualitas dan karakter manusianya, bukan luas wilayah atau jumlah penduduk. Bung Karno dan Bung Hatta menekankan pentingnya kualitas manusia untuk kemajuan bangsa. Kualitas ini penting mengingat indonesia negara majemuk. la juga membahas bahwa kekayaan rohani dan kedalaman karakter dapat mencapai yang terbaik bagi bangsa. Untuk itu, harus menyatukan keragaman dengan membangun titik temu melalui jaring-jaring silaturahmi serta konektivitas yang luas.
Penting untuk tidak menjauhi yang asing, melainkan mengenali perbedaannya. Pengenalan ini diharapkan dapat menghilangkan prasangka yang ada. Para pendiri bangsa kita serba majemuk, berbeda dengan pembentuk konstitusi Amerika yang homogen. Pembentuk Pancasila melibatkan beragam agama, etnik, dan gender. Para pendiri bangsa kita serba majemuk, berbeda dengan pembentuk konstitusi Amerika. Mereka mencari titik temu seluruh keragaman ideologi dan agama. Sukarno menggali inti sari persatuan dari berbagai pengaruh dan keyakinan, yang disebutnya sebagai unsur statis. Setiap warga Indonesia berhak atas pelayanan publik yang setara dan pembangunan yang ramah lingkungan. Kesejahteraan umum dan kebutuhan dasar harus terjamin. Hak beribadah tidak boleh dihalangi, serta setiap orang berhak mengembangkan kecerdasan bawaannya agar bermanfaat bagi negara. Pendidikan dan kecerdasan bangsa, terutama para pemimpin, perlu terus ditingkatkan.
Materi II: Erisandy Yudhistira
Priority Banking Manager Bank Mandiri
"Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan
Mahasiswa"
Bapak Eri Sandi Yudhistira yang membahas pengelolaan literasi keuangan di unusa. la menekankan pentingnya investasi aman dan bijak menggunakan paylater bagi mahasiswa. Pak Eri menjelaskan tentang peluang dan ancaman kebutuhan konsumsi yang serba cepat. Bapak Eri juga mengutip Warren Buffett tentang pentingnya individu sebagai investor utama. Eri Sandi Yudhistira menjelaskan pentingnya mengidentifikasi potensi diri, mencontohkan Raffi Ahmad yang sukses di berbagai bidang. la juga mengutip Stephen Chow untuk menggambarkan pengembangan potensi tersembunyi. Serta memaparkan data sumber pendapatan pensiun di Indonesia. Pensiunan menghadapi tantangan karena penghasilan pasti akan lebih kecil dari pendapatan sebelumnya. la memaparkan data sumber pendapatan pensiunan di Indonesia yang mayoritas dari pekerjaan (38,2%) atau anak (39,6%).
Beliau juga menekankan tantangan penghasilan pensiunan yang lebih kecil dan pentingnya persiapan finansial untuk masa pensiun. Dijelaskan pula siklus finansial manusia dari ketergantungan (0-23 tahun) hingga pembelajaran finansial (23-35 tahun), serta masa produktif (35-55 tahun). Pentingnya menyisihkan uang untuk investasi dan menabung ditekankan sebagai kunci kemandirian finansial, berbeda dengan kebiasaan menunggu sisa penghasilan. Pembicara membagikan pengalaman pribadinya, di mana penghasilan awal harus disisihkan untuk kewajiban dan tabungan darurat. Tujuan utama menabung adalah melawan inflasi, yang diilustrasikan dengan kenaikan harga teh botol Sosro dan penurunan nilai mata uang. Inflasi membuat properti dan aset lainnya mengalami peningkatan harga yang signifikan, sehingga sulit didapatkan saat ini. Hal ini mencakup diversifikasi investasi, meninjau portofolio secara berkala, dan alokasi pendapatan (25% darurat, 45% kebutuhan, 10% tabungan, 20% investasi). Penting menghindari kredit konsumtif dan mengutamakan fungsi dalam setiap pembelian.
Materi III: Zahra Amelia Dewi Gunawan "Mencetak Mahasiswa Sukses Berwirausaha"
Mahasiswa sukses bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu berwirausaha dengan kreativitas dan tanggung jawab. Dengan semangat inovasi, kemandirian, dan kepedulian sosial, mahasiswa berwirausaha akan menjadi motor penggerak ekonomi bangsa dan melahirkan generasi yang tangguh, mandiri, serta inspiratif.
Cara sukses berwirausaha:
1. Market/ target pasar yaitu sesuatu yang membutuhkan solusi praktis, terjangkau, kreatif, dan mengikuti tren, serta masyarakat yang menghargai inovasi dan keberlanjutan.
2. Tekun, optimis, berani ambil resiko, dan loyalitas konsumen: Kecerdasan akan kalah dengan ketekunan, ambil resiko sebanyak banyaknya dengan pertimbangan kritis. Beberapa hal yang saya percaya
3. Relasi dan team: Relasi sangat penting untuk sistem kerjasama dan berpotensi dapat membawa brand kita dikenal di target yang lebih besar, ingat, relasi yang banyak lebih penting dari teman yang banyak dalam pandangan bisnis.
Moto dalam menjalani bisnis:
1. Learning by doing: seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dari pengalaman saat melakukan suatu aktivitas secara langsung.
2. Rezeki tidak akan tertukar: Meski ada persaingan usaha, setiap pengusaha memiliki jalannya sendiri untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan ketetapan-Nya.
3. Nothing is out of reach: bahwa tidak ada impian atau tujuan yang mustahil untuk dicapai, asalkan disertai usaha, ketekunan, dan keyakinan.
Link media sosial Unusa:
- Facebook: https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram: https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube: https://www.youtube.com/@unusa_official
-Twitter: https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok: https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar
Posting Komentar